Kamis, 13 Juni 2013

PANDUAN TEKNIK MEMANCING IKAN




Sebelum kita membahas teknik mancing ikan yang baik, pertama-tama harus mengetahui beberapa hal yang menurut saya sangat penting sekali
1. Jenis Ikan yang mau Dipancing
2. Jenis Air
3. Waktu Melakukan kegiatan Pemancingan
4. Umpan yang dipakai
5. Alat yang dipakai

Setelah kita mengetahui hal-hal tersebut diatas, baru kita akan mengetahui teknik mancing yang bagaimana yang akan kita pakai.

1. Jenis Ikan
Ada beberapa jenis ikan yang umumnya sering dijadikan obyek pemancingan; yang paling populer yaitu Ikan Mas, Ikan Mujair, Ikan Lele, Ikan Gurame, Ikan Nilem belakangan mulai populer juga Ikan bawal tawar dan Ikan Patin.

2. Jenis Air

Jenis Air ini biasanya sangat berkaitan erat dengan jenis umpan yang dipakai, apakah pakai umpan alam misalnya; cacing, Jangkrik, Udang, bekicot ataupun Ulat atau memakai Umpan olahan misalkan Pelet, Ubi, tepung beras atau banyak umpan yang udah jadi di toko-toko alat pancing,; misal Pa Ikin, Katulampa, Tombro dan sebagainya.

3. Waktu Melakukan Kegiatan pemancingan
Ini sangat berkaitan dengan Cuaca yang nantinya akan berkaitan juga dengan jenis Umpan yang dipakai, dalam melakukan kegiatan pemancingan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca teduh, selain kita akan nyaman melakukannya pada cuaca tersebut ikan pada umumnya lapar

4. Umpan Yang Dipakai
Jenis Umpan yang sering dipakai ada 2 jenis yaitu; umpan alam dan umpan buatan, khusus ikan mas pada umumnya lebih menyukai umpan buatan dalam hal ini pelet atau umpan putih dan kedua jenis umpan tersebut harus atau akan lebih bagus kalau ditambahkan telur semut ( kroto), sedangkan teknik pemancingan yang digunakan ada dua jenis yaitu Teknik Pemancingan Dasar tanpa pelampung atau Teknik Pemancingan Atas pakai pelampung, tergantung berapa lama ikan tersebut di tanam di kolam.

Untuk Pemancingan Dasar biasanya ikan yang dipancing adalah ikan yang sudah lama ditanam dikolam sedangkan teknik pemancingan Atas biasanya untuk ikan yang baru ditanam. Caranya :

a. Teknik Pemancingan dasar
Jenis Umpan Cenderung sedikait keras dan kail yang dipakai sedikit lebih banyak, biasanya 3 atau 4 mata kail dan memekai timah sebagai pemberat , maksudnya agar umpan tersebut tidak mudah habis. Teknik pemancingan ini biasanya dipakai pada pemancingan lomba yang terkenal dengan sebutan Galatama. Pada jenis pemancingan ini pada akhir lomba, biasanya ditentukan per berapa jam, sipemancing tidak membawa ikan tetapi membawa uang sebagai hadiah.

b. Teknik Pemancingan Atas
Teknik ini sering dipakai untuk memancing ikan yang baru ditanam,terutama ikan Mas, dimana pada teknik ini pada tali dekat mata kail dipasang pelampung sebagai tanda agar sipemancing mengetahui bahwa umpannya dimakan, biasanya pelampung tandanya timbul tenggelan, pada ujung tali tidak dipakaikan timah sebagai pemberat seperti pada pemancingan dasar, melainkan dibiarkan cenderung sedikit ngambang. Kenapa dibiarkan sedikit mengambang, karena ikan yang baru di tanam biasanya masih mencari-cari lokasi atau daerah yang ada di dasar kolam yang sesuai dengan feel mereka, dan ini biasanya cenderung mengikuti arah angin bertiup, sehingga dengan umpan yang dipasang sedikit mengambang maka umpan itu akan bergerak pula menurut rah angin dan tetunya itu sesuai dengan arah ikan juga.

Oke, pembaca yang budiman disini saya akan mencoba membagi ilmu yang saya dapat baik dari pengalamam saya sendiri maupun melihat dan bertanya pada orang lain. Hal utama yang perlu diperhatikan, dan sangat urgent sekali dalam memuaskan hobby memancing itu menyenagkan atau membosankan yaitu pada saat umpan dimakan oleh ikan, oleh sebab itu maka yang paling menentukan dalam duni pemancingan yaitu Umpan yang dipakai. Mengapa demikian ? karena sebagaimanapun bagusnya teknik memancing, sebagaimanapun bagusnya alat yang dipakai tapi bila umpannya jelek atau tidak sesuai maka hasilnyapun akan dijamin jelek dan tentunya penyaluran hobby ini akan terasa membosankan. Untuk itu maka saya akan memberikan tips-tips cara membikin umpan yang baik berdasarkan pengalaman saya bergelut didunia pemancingan air tawar terutama ikan mas;

Pertama yang harus diperhatikan adalah Cuaca. Faktor cuaca dapat mempengaruhi terhadap keampuhan umpan yang kita bikin, dimana pada cuaca hujan/ mendung ikan cenderung menyukai umpan yang berbau amis, sedangkan pada waktu kemarau/panas lebih cenderung berbau wangi. Jadi sebelum membuat umpan lihat dulu kondisi cuacanya.
Kedua ; Warna AIR, Untuk air yang jernih biasanya ikan lebih menyukai umpan putih kekuningan, contohnya umpa yang sudah jadi IKIN. sedangkan Air Keruh/butek biasanya justru lebih menyukai Umpan Coklat dan Umpan alam.
Setetal kita mengetahui cuaca dan warna air, baru kita mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat umpan;

1. Umpan Putih
Resep untuk 1 kali pemancingan 1 joran :
Bahan-bahan:
- 2 Butir Ubi Putih = 1/4 kg
- 1/8 butir kelapa setengah tua
- 1 ekor ikan cue bandeng putih/ 1 ekor ikan nila
- 5 butir biji jambu mede

- 30 gram Susu Dancow Instan

- 1/4 slice keju kraf lembaran
- 2 butir Telor bebek warna hjau pekat

- 1 pack Katulampa

- 1 ons kroto

Cara membuat:

Ubi dikukus, kelapa di parut, biji mede di garang lalu ditumbuk halus, ikan nila di kukus sampai matang; campurkan ubi, kelapa, ikan ( diambil dagingnya saja) lalu tambahkan biji mete, keju dan susu bubuk kemudian tambahkan katulampa dan kocok telur hingga berbusa, masukan ke dalam campuran tersebut, untuk proses pencampuran terakhir yaitu kroto, dimana kita harus sangat hati hati dalam memilih kroto, tapi biasanya kita pemancing sering dihadapkan pada kroto yang apa adanya di penjual. Oleh karena itu sebelum memasukan kroto ke dalam campuran bahan umpan tadi sebaiknya kroto tersebut direndam dulu sama air panas untuk menghilangkan rasa/ bau basinya.

Proses Selanjutnya; campuran bahan umpan tersebut dimasukan ke dalam plastik Es dalam satu tempat lalu diikat dengan karet, kenapa harus dalam satu tempat/plastik ini maksudnya agar wangi dan rasa dari umpan tersebut merata, dalam hal ini menghindari kekurang rataan dalam proses pencampuran, lalu umpan tersebut di kukus 15 s/d 30 menit setelah air mendidih.

Setelah 30 Menit, matikan kompor, umpan diangkat lalu tiriskan dan jangan sekali-kali membuka ikatan plastiknya kecuali pada saat pemancingan di mulai, tujuannya agar umpan tersebut tidak cepat basi.

Pembaca yang budiman, selain dari umpan yang telah kita buat tersebut, kita juga tetap harus membawa ikan bandeng/ nila sebagai cadangan dan susu bubuk, kenapa demikian? karena kita sering tidak menduga perubahan cuaca.Jadi ibarat mau perang kita jangan hanya mengandalkan 1 senjata bawalah senjata jenis lain sebagai cadangan. Tapi ingat selama umpan yang satu masih dimakan, jangan sekali-kali mengeluarkan umpan yang lain karena justru akan membunuh keampuhan umpan yang telah dimakan tadi. 

Tujuan membawa susu dan ikan itu maksudnya yaitu bila ternyata cuaca tiba-tiba mendung maka tambahkan ikan pada umpan yang telah kita buat tadi, dan sebaliknya cuaca panas maka tambahkan susu, itu pun kalau umpan yang kita buat tadi tidak dimakan, biasanya saya memberi toleransi beberapa menit kurang lebih 30 menit. dilakukan perubahan pada umpan tersebut.

Pemirsa para penggemar mancing; satu tip lagi mengenai umpan yang ini yaitu, bila ikannya besar-besar, 1/2 kilo ke atas maka silahkan tambahkan susu 1 atau 2 sendok, tapi bila ikan nya kecil-kecil 1 kg = 4 ekor lebih maka tambahkan ikannya agar lebih amis karena ikan kecil cenderung menyukai umpan amis sedangkan ikan besar lebih menyukai wangi.

Perlu Pemirsa ketahui, umpan ini merupakan umpan andalan bagi saya dan alhamdullilah selama saya pakai umpan ini belumpernah tidak dapt ikan. Umpan ini saya pakai hanya untuk mengikuti lomba, terus terang karena mahal bahannya dan rumit bikinnya.

DAFTAR 34 FILM WARKOP DKI




Berikut ini Daftar Film Warkop DKI:
  1. Mana Tahaaan… (1979) bersama Elvy Sukaesih, Rahayu Effendi dan Kusno Sudjarwadi
  2. Gengsi Dong (1980) bersama Camelia Malik, Zainal Abidin dan M. Pandji Anom
  3. Pintar Pintar Bodoh (1980) bersama Eva Arnaz, Debby Cynthia Dewi, Dorman Borisman dan Dana Christina
  4. GeEr – Gede Rasa (1980) bersama Dorman Borisman, Ita Mustafa dan Itje Trisnawati
  5. Manusia 6.000.000 Dollar (1981) bersama Eva Arnaz, Eddy Gombloh dan Dorman Borisman
  6. IQ Jongkok (1981) bersama Enny Haryono, Marissa Haque, dan Alicia Djohar
  7. Setan Kredit (1981) bersama Minati Atmanegara, Nasir dan Alicia Djohar
  8. Dongkrak Antik (1982) bersama Meriam Bellina, Mat Solar dan Pietrajaya Burnama
  9. Chips (1982) bersama Sherly Malinton, Tetty Liz Indriati dan Chintami Atmanegara
  10. Maju Kena Mundur Kena (1983) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou dan Us Us
  11. Pokoknya Beres (1983) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou, Us Us dan Nourma Yunita
  12. Itu Bisa Diatur (1984) bersama Ira Wibowo, Lia Warokka dan Aminah Cendrakasih
  13. Tahu Diri Dong (1984) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou, Aminah Cendrakasih, Wieke Widowati dan Us Us.
  14. Kesempatan Dalam Kesempitan (1985) bersama Lydia Kandou, Nena Rosier, Leily Sagita, Lia Warokka, Lina Budiarti, Kaharuddin Syah dan Fanny Bauty.
  15. Gantian Dong (1985) bersama Ira Wibowo, Lia Warokka, Chintami Atmanegara, Leily Sagita, Wieke Widowati dan Advent Bangun
  16. Atas Boleh Bawah Boleh (1986) besama Eva Arnaz, Dian Nitami dan Wolly Sutinah
  17. Sama Juga Bohong (1986) bersama Ayu Azhari, Nia Zulkarnaen, dan Chintami Atmanegara
  18. Depan Bisa Belakang Bisa (1987) bersama Eva Arnaz dan HIM Damsyik
  19. Makin Lama Makin Asyik (1987) bersama Meriam Bellina, Susy Bolle dan Timbul
  20. Saya Suka Kamu Punya (1987) bersama Doyok dan Didik Mangkuprojo
  21. Jodoh Boleh Diatur (1988) bersama Raja Ema, Silvana Herman, Yurike Prastika, Ira Wibowo dan Nia Zulkarnaen
  22. Malu-Malu Mau (1988) bersama Nurul Arifin, Kiki Fatmala dan Sherly Malinton
  23. Godain Kita Dong (1989) bersama Lisa Patsy, Ida Kusumah dan Tarsan
  24. Sabar Dulu Doong…! (1989) bersama Anna Shirley, Pak Tile dan Eva Arnaz
  25. Mana Bisa Tahan (1990) bersama Nurul Arifin, Zainal Abidin dan Sally Marcellina
  26. Sudah Pasti Tahan (1991) bersama Nurul Arifin, Sherly Malinton dan Sally Marcellina
  27. Bisa Naik Bisa Turun (1991) bersama Kiki Fatmala, Fritz G. Schadt dan Sally Marcellina
  28. Lupa Aturan Main (1991) bersama Eva Arnaz, Fortunella dan Hengky Solaiman
  29. Masuk Kena Keluar Kena (1992) bersama Kiki Fatmala, Fortunella dan Sally Marcellina
  30. Salah Masuk (1992) bersama Gitty Srinita, Tarida Gloria dan Angel Ibrahim
  31. Bebas Aturan Main (1993) bersama Lella Anggraini, Gitty Srinita dan Diah Permatasari
  32. Bagi-Bagi Dong (1993) bersama Kiki Fatmala dan Inneke Koesherawati
  33. Saya Duluan Dong (1994) bersama Diah Permatasari, Gitty Srinita dan HIM Damsyik
  34. Pencet Sana Pencet Sini (1994) bersama Sally Marcellina, Pak Tile dan Taffana Dewi

BIOGRAFI CUT NYAK DIEN


Biografi Cut Nyak Dien 


Sepertinya Indonesia di pastikan memiliki Pahlawan di tiap propinsinya. Dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas seorang pahlawan perempuan yang lahir dari Aceh. Cut Nyak Dien lahir pada tahun 1848 di Kerajaan Aceh dan beliau meninggal dunia di wilayah pengasihannya di Sumedang pada tanggal 6 November 1908, Jawa Barat. 

Cut Nyak Dien dengan semua jasa – jasanya dalam melawan penjajah Belanda sangat terkenal dan di kenang luas tidak hanya oleh warga Aceh namun bagi semua rakyat Indonesia. Untuk segala perjuangannya dalam Perang Aceh, pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional Indonesia. 
Pada awalnya, Cut Nyak Dien menikah dengan Ibrahin Lamnga. Sama sepertinya, suaminya juga seorang pejuang melawan Belanda. Dalam sebuah pertempuran dengan Belanda di Gle Tarum, Ibrahim  Lamnga meninggal dunia tepatnya pada tanggal 29 Juni 1878.  

Masa Kecil


Cut Nyak Dien memiliki sebuah garis keturunan yang tercatat memang menomor satukan perintah agama. Keluarganya juga bukan rakyat biasa, ia lahir dari garis keluarga bangsawan. Daerah dimana ia di lahirkan dalam beberapa literatur di sebut dengan wilayah VI mukim, yang tercatat dari momen kelahirannya hanya tahunnya saja, yaitu 1848.  

Terlahir dari keturunan bangsawan, ayahnya bernama Teuku Nanta Setia dan ibunya adalah putri uleebalang Lampagar.  

Cut Nyak Dien memperoleh pendidikan bidang agama dan keahlian hidup dengan baik dari oarng tua dan guru nya. Orang tuanya mengajarkan beliau keahlian untuk menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik. Di ajarkannya mulai dari memasak, mengurus suami, serta hal – hal kecil lainnya terkait kehidupan rumah tangga. Ia juga mendapat pengajaran agama yang mumpuni dari guru ngajinya. 

Cut Nyak Dien kecil tumbuh menjadi gadis yang cantik dan di sukai banyak pemuda di wilayahnya. Banyak yang datang melamarnya. Kemudian orang tuanya menikahkan beliau dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga, mereka menikah pada tahun 1862. Suaminya merupakan putra dari uleebalang Lamnga XIII. Dari pernikahannya ini, Cut Nyak Dien di karuniai seorang anak laki - laki. 

Perjuangan Melawan Belanda


Belanda pertama kali melancarkan serangan ke Aceh pada tanggal 26 Maret 1873. Dari kapal perangnya yang di beri nama Citadel van Antwerpen, Belanda mulai menggempur wilayah Aceh. Rakyat Aceh tentu tidak tinggal diam, mereka juga melancarkan serangan balik yang di pimpin oleh Panglima Polim dan Sultan Machmud Syah pada tahun 1873-1874. Saat itu, penjajah Belanda di pimpin oleh Johan Harmen Rudolf Kohler, mereka menyerbu Aceh dengan jumlah prajurit mencapai 3.198.

Hal pertama ketika penjajah Belanda mulai menyerang Aceh adalah menguasai Masjid Raya Baiturrahman. Mereka mendarat melalui Pantai Ceureumen. Belanda langsung membakar Masjid Raya Baiturrahman. Cut Nyak Dien melihatnya dan tidak tinggal diam. Ia langsung membangkitkan rasa perjuangan rakyat Aceh dengan berteriak keras :Lihatlah wahai orang-orang Aceh!! Tempat ibadat kita dirusak!! Mereka telah mencorengkan nama Allah! Sampai kapan kita begini? Sampai kapan kita akan menjadi budak Belanda?

Pada saat itu, Kesultanan Aceh mampu memukul mundur Penjajah Belanda. Kohler yang menjadi pemimpin merekapun tewas dalam pertempuran karena tertembak. Alhasil Kesultanan Aceh berhasil memenangkan pertempuran pertama, suami Cut Nyak Dien yang bertempur di jajaran terdepan pulang dengan tersenyum. Perang ini terjadi pada April 1873.

Namun berikutnya, Belanda melancarkan serangan kembali pada tahun 1874-1880. Pada tahun 1873 wilayah VI Mukim dapat di lumpuhkan oleh Belanda di bawah pimpinan Jenderal Jan Van Swieten. Penjajah Belanda juga menguasai Keraton Kesultanan Aceh pada tahun 1874. Ini membuat rakya Aceh tidak memiliki lagi tempat yang aman untuk di tinggali. Rakyat Aceh akhirnya memilih mengungsi pada tanggal 24 Desember 1875, yang di utamakan mengungsi adalah ibu – ibu dan anak – anak, Cut Nyak Dien juga ikut dalam rombongan pengungsi. Sedangkan suaminya dan bersama para lelaki lain berjuang bertempur melawan penjajah Belanda guna mengambalikan Kesultanan Aceh dengan merebut wilayah VI mukim.   

Dalam pertempuran ini, Ibrahim Lamnga, suami Cut Nyak Dien gugur dalam medan pertempuran. Ibrahim Lamnga tewas pada tanggal 29 Juni 1878. Inilah titik dimana Cut Nyak Dien mengambil ikrar untuk tidak akan berhenti memperjuangkan Aceh dan menghancurkan Penjajah Belanda.  

Dalam catatan perjalanan hidup Cut Nyak Dien, ia menikah untuk kedua kali dengan seorang tokoh perjuangan Aceh yang sangat di segani bernama Teuku Umar. Meskipun pertamanya Cut Nyak Dien menolak lamaran dari Teuku Umar, namun kemudian ia menerimanya juga setelah calon suaminya itu tetap akan mengizinkan ia guna menumpaskan Belanda.

Mereka menikah pada tahun 1880. Pernikahan ini di sambut baik oleh rakyat Aceh dan menambah gairah semangat perjuangan rakyat Aceh dalam melawan penjajah Belanda. Dari pernikahan dengan Teuku Umar, Cut Nyak Dien di karunia seorang anak yang di beri nama Cut Gambang. 

Perjuangan berlanjut dengan meenggunakan taktik perang Gerilya. Perang ini tidak hanya perjuangan dalam mengusir penjajah Belanda, namun juga merupakan upaya untuk menegakan agama Alloh dan di namakan perang fi’sabililah yaitu perang di jalan Alloh melawan kafir Belanda. 

Langkah awal yang di ambil oleh Teuku Umar adalah mendekati Belanda dan membangun hubungan yang kuat antara keduanya, semua di lakukan guna mendapat kepercayaan Belanda. Dan semuanya mencapai puncak ketika Teuku Umar bersama 250 pasukannya “meyerahkan diri” kepada Belanda dan mengaku berniat ingin bergabug dengan Belanda. Ini di lakukan pada tanggal 30 September 1893.   

Belanda yang pastinya sangat menyetujui dengan langkah yang di ambil oleh teuku Umar ini langsung menganugerahi ia dengan gelar Teuku Umar Johan Pahlawan. Selain itu, Belanda juga memberikan kekuasaan penuh kepada teuku Umar untuk menjadi komandan unit pasukan Belanda. 

Namun strategi yang di ambil oleh teuku Umar dan Cut Nyak dien ini bukan tanpa pertentangan. Banyak rakyat Aceh mengira bahwa mereka telah mengkhianati Aceh. Salah satunya yaitu Cut Nyak Meutia yang langsung mendatangi Cut Nyak Dien dan langsung memakinya. Meskipun Cut Nyak Dien berhasil untuk meyakinkan kembali Cut Nyak Meutia untuk kembali berfokus melawan Belanda karena pada dasarnya semua yang di lakukan oleh Teuku Umar adalah salah satu upaya dalam melemahkan Belanda dari dalam. 
Teuku Umar masih tetap fokus untuk meengganti sebanyak – banyak orang Belanda menjadi orang Aceh di pasukan yang ia pimpin. Sambil terus mempelajari taktik perang yang di pakai oleh Belanda. Hingga pada saat dimana orang Aceh yang masuk dalam pasukannya di rasa sudah cukup, Teuku Umar merencanakan untuk menggempur Aceh. Tentu inipun di maksudkan dalam upaya untuk mengelabui Belanda. 

Ketika rencana untuk menggempur basis Aceh itu telah di setujui Belanda. Maka, Teuku Umar dan Cut Nyak Dien bersama dengan pasukan serta peralatan perang berupa senjara berat lengkap dengan amunisinya pergi berangkat ke Aceh. Namun ternyata mereka tidak pernah kembali lagi ke Belanda. Pengkhianatan Teuku Umar ke pihak Belanda ini di kenal dengan Het Verraad van  Teukoe Oemar atau pengkhianatan Teuku Umar. 

Alhasil di pastikan Belanda sangat marah dengan kejadian ini. Mereka mengamuk dengan melancarkan operasi besar – besaran untuk menangkap teuku Umar dan Cut Nyak Dien. Sementara itu pasukan Belanda sekarang di pimpin oleh Jenderal Jakobus Ludovicius Hubertus Pel, menggantikan yang sebelumnya Jenderal Van Swieten. 

Dengan bekal peralatan perang yang lengkap, Teuku Umar berhasil menghancurkan pasukan Belanda. Jenderal Jakobus berhasil di bunuh. Belanda benar – benar dalam masalah besar sehingga mereka mencabut gelar Teuku Umar dan membakar rumahnya juga.   

Belanda tetap mencari cara agar dapat melumpuhkan kekuatan Aceh. Mereka membayar orang untuk terus mematai – matai Teuku Umar untuk mendapatkan rencana apa yang nantinya akan di ambil oleh Teuku Umar. Maka di ketahui bahwa Teuku Umar akan menyerang Belanda pada tanggal 11 Februari 1899. Karena rencananya sudah di ketahui, Teuku Umar gugur dalam perang tersebut. Meskipun sedih bukan main, Cut Nyak Dien tetap tegar dan mengatakan bahkan sempat memarahi anaknya yaitu Cut Gambang yang menangis di hadapan jasad ayahnya ‘Sebagai perempuan Aceh, kita tidak boleh menumpahkan air mata pada orang yang sudah syahid’. Cut Nyak Dien terus melancarkan serangan kepada Belanda di pedalaman Meulaboh bersama dengan para pasukannya.

Tertangkap Oleh Belanda


Dengan usia yang sudah menua, Cut Nyak Dien terus berjuang melawan Belanda. Namun bagaimanapun pihak Belanda lebih kuat karena di dukung kekuatan yang lengkap. Terlebih lagi Cut Nyak Dien memilki penyakit encok dan mata rabun. Di tambah jumlah pasukan yang makin berkurang dan kurangnya pasokan makanan.  

Akhirnya, salah satu pasukannya melaporkan keberadaan Cut Nyak Dien kepada Belanda. Yang melapor tersebut bernama Pang Laot. Belanda datang berhamburan menyerbu tempat Cut Nyak Dien di Beutong Le Sageu. Mereka bertempur mati – matian meskipun akhirnya Cut Nyak Dien tertangkap oleh pihak Belanda. Sementara anakanya, Cut Gambang, berhasil kabur ke hutan dan meneruskan perjuangan melawan penjajah Belanda. 

Masa Gugur


Cut Nyak Dien akhirnya di bawa ke Banda Aceh dan di rawat disana. Penyakitnya juga semakin membaik. Namun walaupun sudah tidak melancarkan serangan, Belanda khawatir bahwa kehadiran Cut Nyak Dien di Banda Aceh akan membangunkan kembali semangat perlawanan warga Aceh. Terlebih lahi ia masih aktif membangun komunikasi dengan para gerilyawan. Belanda akhirnya memutuskan untuk mengirim Cut Nyak Dien dan di asingkan ke Sumedang – Jawa Barat. 

Bersama dengan tahanan yang lain , Cut Nyak Dien dibawa ke Sumedang. Karena nama besar dan perjuangannya, Bupati Sumedang Suriaatmaja menaruh hormat kepada Cut Nyak Dien. Di dalam tahanan, Cut Nyak Dien di juluki dengan nama “Ibu Perbu”, karena di anggap sebagai perempuan yang memiliki pemahaman agama yang mumpuni. Cut Nyak Dien  di tahan bersama seorang ulama bernama Kiyai Ilyas. 
Karena faktor usia, Cut Nyak Dien meninggal di Sumedang pada tanggal 6 November 1908. Namun pada tahun 1959 makamnya baru di temukan. Atas semua jasa besarnya dalam perjuangan melawan Belanda, pemerintahan Soekarno menganugerahinya sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui SK Presiden RI No.106 Tahun 1964 tepatnya pada tanggal 2 Mei 1964. Gelar pahlawan ini sendiri atas pengajuan Gubernur Aceh saat itu yaitu Ali Hasan. 

10 HANTU TERPOPULER DI INDONESIA

1. Kuntilanak
Sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kamboja. Konon laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak juga senang menyantap bayi dan melukai wanita hamil. Dalam cerita seram dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan cara menghisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir. Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat "bersemayam"

2. Sundel Bolong
Sundel bolong dalam mitos hantu Indonesia digambarkan dengan wanita berambut panjang dan bergaun panjang warna putih. Digambarkan pula terdapat bentukan bolong di bagian punggung yang sedikit tertutup rambut panjangnya sehingga organ-organ tubuh bagian perut terlihat. Dimitoskan hantu sundel bolong mati karena diperkosa dan melahirkan anaknya dari dalam kubur. Biasanya sundel bolong juga diceritakan suka mengambil bayi-bayi yang baru saja dilahirkan

3. Tuyul
Tuyul (bahasa Jawa: thuyul) dalam mitologi Nusantara, terutama di Pulau Jawa, adalah makhluk halus berwujud anak kecil atau orang kerdil dengan kepala gundul. Penggambaran lainnya yang tidak disepakati semua orang adalah kulit berwarna keperakan, bersifat sosial (dalam pengertian memiliki masyarakat dan pemimpin), serta bersuara seperti anak ayam. Tuyul dapat dipekerjakan oleh seorang majikan manusia untuk alasan tertentu, terutama mencuri (uang). Untuk menangkal tuyul, orang memasang yuyu di sejumlah sudut rumah karena tuyul dipercaya menyukai yuyu sehingga ia lupa akan tugas yang dibebankan pemiliknya. Kejadian tuyul dipercaya berasal dari janin orang yang keguguran atau bayi yang mati ketika lahir. Karena berasal dari bayi, karakter tuyul juga seperti anak-anak: gemar bermain (seperti laporan orang melihat sejumlah tuyul bermain pada tengah malam, dsb.).

4. Pocong
Penggambaran pocong bervariasi. Dikatakan, pocong memiliki wajah berwarnah hijau dengan mata yang kosong. Penggambaran lain menyatakan, pocong berwajah rata dan memiliki lubang mata berongga atau tertutup kapas dengan wajah putih pucat. Mereka yang percaya akan adanya hantu ini beranggapan, pocong merupakan bentuk protes dari si mati yang terlupa dibuka ikatan kafannya sebelum kuburnya ditutup. Meskipun pocong dalam film sering digambarkan bergerak melompat-lompat, mitos tentang pocong malah menyatakan pocong bergerak melayang-layang. Hal ini bisa dimaklumi, sebab di film-film pemeran pocong tidak bisa menggerakkan kakinya sehingga berjalannya harus melompat-lompat. Kepercayaan akan adanya hantu pocong hanya berkembang di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera. Walaupun penggambarannya mengikuti tradisi muslim, umat beragama lain pun ternyata dapat mengakui eksistensi hantu ini.

5. Genderuwo
Genderuwo adalah sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh. Genderuwo terutama dikenal dalam masyarakat di Pulau Jawa (orang Sunda menyebutnya "gandaruwo" dan orang Jawa menyebutnya "gendruwo"). Habitat hunian kegemarannya adalah batu berair, bangunan tua, pohon besar teduh atau sudut-sudut yang lembab sepi dan gelap. Pusat domisili makhluk ini dipercaya berada di Hutan Jati Donoloyo, kecamatan Sloghimo, sekitar 60 km di sebelah timur Wonogiri, dan di wilayah Lemah Putih, Purwosari, Girimulyo, Kulon Progo sekitar 60 km ke barat Yogyakarta.

6. Wewe Gombel
Wewe Gombel adalah sebuah istilah dalam tradisi Jawa yang berarti roh jahat atau hantu yang suka mencuri anak-anak, tapi tidak mencelakainya. Konon anak yang dicuri biasanya anak-anak yang ditelantarkan dan diabaikan oleh orang tuanya. Wewe Gombel biasanya akan menakut-nakuti orang tua si anak atas sikap dan perlakuannya kepada anaknya sampai mereka sadar. bila mereka telah sadar, Wewe Gombel akan mengembalikan anaknya.
Menurut cerita, Wewe Gombel adalah roh dari seorang wanita yang meninggal bunuh diri lantaran dikejar masyarakat karena telah membunuh suaminya. Peristiwa itu terjadi setelah suami dari wanita itu berselingkuh dengan wanita lain. Sang suami melakukan hal itu karena istrinya tak bisa memberikan anak yang sangat diharapkannya. Akhirnya ia dijauhi dan dibenci suaminya lalu dikucilkan sampai menjadi gila dan gembel.
Disebut Wewe gombel karena kejadian in terjadi di daerah Gombel, Semarang. Jika kita berkendaraan dari arah jatingaleh ke arah banyumanik, maka akan terlihat bekas iklan bir bintang. Di situlah konon letak lokasi wewe gombel berada. Beberapa orang menyebutkan bahwa lokasi tersebut adalah lokasi kerajaan hantu. Menurut cerita itu pula, hal itu yang menyebabkan sebuah hotel yang terletak di dalam lokasi bukit gombel menjadi bangkrut.

7. Leak
Dalam mitologi Bali, Leak adalah penyihir jahat. Le artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat di malam hari oleh para dukun pemburu leak. Di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, sedangkan pada malam hari ia berada di kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakannya untuk membuat ramuan sihir. Ramuan sihir itu dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimau, kera, babi atau menjadi seperti Rangda. Bila perlu ia juga dapat mengambil organ dari orang hidup.

8. Rangda
Rangda adalah ratu dari para leak dalam mitologi Bali. Makhluk yang menakutkan ini diceritakan sering menculik dan memakan anak kecil serta memimpin pasukan nenek sihir jahat melawan Barong, yang merupakan simbol kekuatan baik. Diceritakan bahwa kemungkinan besar Rangda berasal dari ratu Manendradatta yang hidup di pulau Jawa pada abad yang ke-11. Ia diasingkan oleh raja Dharmodayana karena dituduh melakukan perbuatan sihir terhadap permaisuri kedua raja tersebut. Menurut legenda ia membalas dendam dengan membunuh setengah kerajaan tersebut, yang kemudian menjadi miliknya serta milik putra Dharmodayana, Erlangga. Kemudian ia digantikan oleh seseorang yang bijak. Nama Rangda berarti juga janda. Rangda sangatlah penting bagi mitologi Bali. Pertempurannya melawan Barong atau melawan Erlangga sering ditampilkan dalam tari-tarian. Tari ini sangatlah populer dan merupakan warisan penting dalam tradisi Bali. Rangda digambarkan sebagai seorang wanita dengan rambut panjang yang acak-acakan serta memiliki kuku panjang. Wajahnya menakutkan dan memiliki gigi yang tajam.

9. Kuyang
Kuyang merupakan siluman berwujud kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit dan anggota badan yang dapat terbang untuk mencari darah bayi. Makhluk ini dikenal masyarakat di Kalimantan. Kuyang sebenarnya adalah manusia (wanita) yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi. Pada siang hari, seorang kuyang akan menempuh hidup sehari-hari sebagaimana orang biasa, namun biasanya ia mengenakan pakaian jubah. Pada malam hari kuyang akan terbang untuk mencari darah bayi atau darah persalinan untuk dihisap sebagai sarana menambah kekuatan ilmunya. Orang yang melihat kuyang terbang biasanya melihatnya seperti burung besar.
Untuk menghadapinya korban perlu menggunakan sapu ijuk atau memukulkan perabot rumah tangga seperti panci atau wajan.

10. Palasik
Palasik menurut cerita, legenda atau kepercayaan orang Minangkabau adalah sejenis makhluk gaib. Menurut kepercayaan Minangkabau palasik bukanlah hantu tetapi manusia yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi. Palasik sangat ditakuti oleh ibu-ibu di di Minangkabau yang memiliki balita karena makanan palasik adalah anak bayi/balita, baik yang masih dalam kandungan ataupun yang sudah mati (dikubur), tergantung dari jenis palasik tersebut.
Ilmu palasik dipercayai sifatnya turun-temurun. Apabila orang tuanya adalah seorang palasik maka anaknya pun akan jadi palasik.
Pada umumnya palasik bekerja dengan melepaskan kepalanya. Ada yang badan nya yang berjalan mencari makan dan ada pula yang kepala nya yang melayang-layang mencari makan

7 ORANG MISTERIUS DI INDONESIA

Sejarah mencatat, paling tidak ada 7 orang misterius di Indonesia yang sebenarnya layak di ketahui keberadaan serta perannya apabila orang-orang tersebut benar-benar ada. Tetapi sayangnya, mereka tetaplah misterius dan tentang keberadaannya sulit diketahui dengan pasti, bahkan beberapa di antaranya, makamnya sulit d temukan.


1. Supriyadi (PETA)

Siapa yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Supriyadi adalah pahlawan nasional, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air ( PETA ) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. 

Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, namun tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut.


Pada waktu itu, Supriyadi memimpin sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang-orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah. 

Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho.

Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya. Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini. Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang.

Namun yang membuat sosok Supriyadi semakin misterius adalah banyaknya kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Salah satu yang cukup kontroversial adalah sebuah acara pembahasan buku 'Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno', yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang.

Andaryoko

Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan kini berusia 88 tahun.

Namun sampai sekarang pengakuan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya, meski secara perawakan dan sejumlah saksi membenarkan klaim tersebut.


2. Tan Malaka

Salah satu sosok pahlawan nasional kita yang terlupakan. Mungkin salah satu (atau satu-satunya) sosok pahlawan yang memiliki kisah petualangan dari negara ke negara lain dan menjadi sosok yang paling dicari oleh Belanda dan banyak negara lain.


Selain itu, pada masa revolusi kemerdekaan keberadaannya selalu dicari oleh para pejuang pada saat itu ( termasuk oleh Bung Karno ) karena hobinya melakukan penyamaran untuk menghindari mata-mata musuh, sehingga sosoknya selalu misterius dan tidak banyak yang mengenal dengan pasti seperti apa sosok yang bernama asli Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka itu.

Namun sayangnya keberadaan dari tokoh aliran kiri ini hilang secara misterius dalam pergolakan revolusi kemerdekaan itu. Konon kabarnya Tan Malaka dibunuh pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya di daerah Kediri, Jawa Timur. Hingga kini makamnya tidak pernah bisa ditemukan.


3. Gunadarma (Borobudur)

Borobudur dan Gunadarma adalah dua nama yang tidak bisa terpisahkan. Dalam sejumlah literatur, Candi Borobudur diarsiteki oleh sekelompok kaum atau sekelompok Brahmana yang meletakkan dasar pada sebuah tempat pemujaannya dan kemudian entah beberapa waktu kemudian (kemungkinan bisa puluhan, ratusan atau malah ribuan) dibuatkan sebuah proyek mega raksasa, pemberian sebuah 'kulit' yang katanya dikepalai oleh seorang arsitek bernama Gunadarma.


Sedangkang siapa sebenarnya sekelompok kaum Brahmana yang terdahulu tidak diketemukan catatan resmi tentang mereka, kemudian cerita tentang kepala penanggung jawab mega proyek pembuatan 'kulit' situs tersebut yaitu Gunadarma juga tidak ada sebuah keterangan resmi mengenainya, bisa jadi kata Gunadarma adalah sebuah kata simbol dan bukan merupakan nama seseorang.

Kalau memang benar Gunadarma yang mengarsiteki pembangunan Candi Borobudur, maka perlu kita acungi jempol bagaimana Gunadarma melakukan perencanaan yang tepat dengan kondisi teknologi yang pada saat itu belum begitu canggih. Namun sampai saat ini nama Gunadarma dan Borobudur itu sendiri masih menjadi misteri yang belum bisa diungkapkan dengan tuntas.


4. Ki Panji Kusmin

Suatu ketika majalah Sastra, dengan cetakan tahun VI No. 48, Agustus 1968, memuat sebuah cerpen yang berjudul Langit Makin Mendung yang dikarang oleh Ki Panji Kusmin (diduga ini nama samaran). Cerpen ini bercerita tentang Nabi Muhammad yang memohon izin kepada Tuhan untuk menjenguk umatnya.


Disertai Malaikat Jibril, dengan menumpang Bouraq, Nabi mengunjungi Bumi. Namun Bouroq bertabrakan dengan satelit Sputnik sehingga Nabi serta Malaikat Jibril terlempar dan mendarat di atas Jakarta. 

Di situ Nabi menyaksikan betapa umatnya telah menjadi umat yang bobrok. Cerpen ini adalah sindiran terhadap laku keagamaan masyarakat luas yang 'menyimpang' pada waktu yang belum jauh berselang dari terjadinya tragedi 1965.

Namun akibat penerbitan Cerpen yang bikin heboh umat ini, Ki Panji Kusmin dituduh telah melakukan penodaan terhadap agama karena mempersonifikasikan Tuhan, Nabi Muhammad, dan Malaikat Jibril. 

Tanpa ampun lagi H.B. Jassin selaku penanggung jawab majalah itu dibawa ke pengadilan dan dipaksa untuk mengungkap siapa sebenarnya Ki Panji Kusmin. H.B. Jassin menolak untuk mengungkap jati diri Ki Panji Kusmin.

Untuk itu ia dituntut Pengadilan Tinggi Medan dan divonis in absentia berupa kurungan selama satu tahun dan masa percobaan dua tahun. Dan sampai saat ini pun identitas dari Ki Panji Kusmin tidak terungkap dan dibawa hingga ke liang lahat oleh H.B. Jassin.


5. Imam Sayuti alias Tebo

Suatu hari, pada 1970 hiduplah sepasang suami - istri Fai dan Nasikah di lereng Gunung Watungan, Desa Wuluhan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

Fai bekerja sebagai kuli bangunan, istrinya membantu mencari kayu di hutan Ambulu. Masih pengantin baru, konon mereka belum sempat berhubungan suami - istri, Fai pergi ke kota untuk bekerja di proyek. Fai pun pamit untuk jangka waktu lama.

Ternyata, baru tiga hari pamitan, ‘Fai’ pulang lagi menemui Nasikah. (Dipercaya sebagai gendruwo atau makhluk halus. Postur, cara bicara, suara, dan perilakunya persis Fai, sang suami asl ). Nah, si gendruwo yang menyamar sebagai Fai ini kemudian menyetubuhi Nasikah.

Nasikah, wanita desa itu, tenang-tenang saja karena menganggap 'laki - laki' itu suaminya yang sah. Bulan ketujuh Nasikah hamil, Fai palsu pamit. Datanglah Fai yang asli. 

Maka gegerlah sudah keluarga baru ini. Untung saja, ulama terkemuka di Ambulu meminta Fai untuk bersabar karena istrinya tidak selingkuh. Ada pesan atau isyarat spiritual yang terjadi dengan istrinya.

Lalu, lahirlah bayi penuh rambut di tubuh dengan bintik-bintik merah. Orang tuanya memberi nama Imam Sayuti. Tapi laki-laki kekar ini diberi nama gaib, Tebo, sesuai dengan petunjuk 'dari langit'. Tebo kemudian diasuh oleh pasangan suami - istri ini layaknya anak mereka sendiri.

Sosok ini cukup menarik perhatian ketika Tebo dititipkan oleh manajer Wahana Misteri (Penyelenggara pameran yang berkaitan dengan hal-hal gaib) pada tahun 1990 dan menjadi bintang pameran di sana. Akhirnya kontroversi keberadaan sosok ini merebak.

Tentu suatu hal yang ganjil jika ada makhluk alam lain bisa 'bersetubuh' dengan manusia dan melahirkan manusia 'gado - gado'. Hingga saat ini belum ada penelitian yang lebih ilmiah untuk membuktikan keberadaan 'makhluk' ini.


6. Perobek Bendera Belanda di Hotel Oranje

Peristiwa 10 November 1945 tentu tidak lepas dari dipicunya oleh salah satu peristiwa yang paling heroik, yaitu perobekan bendera Belanda di atas Hotel Oranje. Kisah ini dipicu oleh berita bahwa di Hotel Oranje di Tunjungan telah dikibarkan bendera Belanda merah-putih-biru oleh Mr Ploegman. 

Tentu saja hal tersebut tidak diterima oleh para arek-arek Suroboyo yang merasa pengibaran bendera tersebut dianggap sebagai penghinaan sebagai bangsa yang merdeka.


Pada akhirnya Mr. Ploegman dibunuh oleh seorang pemuda yang mendekati dirinya tanpa ia ketahui dan menusukkan pisaunya bertubi-tubi. Pada saat itu Mr. Ploegman menghadapi ribuan massa di depan hotel yang menuntut penurunan bendera triwarna tersebut. Teriakan untuk menurunkan bendera kian membahana.

Sejumlah pemuda telah membawa tangga untuk naik ke atap hotel, terdapat 8 sampai 10 pemuda. Dari atap ada yang naik ke tiang bendera dalam gemuruh teriakan, lalu bagian biru bendera itu pun dirobek, dan jadilah kini 'Sang Merah Putih' yang berkibaran di angkasa.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang menjadi perobek bendera tersebut? Dalam kondisi yang sangat kacau dan penuh massa, tentu tidak mudah bagi para saksi sejarah untuk mengetahui secara pasti siapakah yang melakukannya.


7. Penulis Buku Darmogandhul

Mungkin di antara karya-karya sastra kuno berbahasa Jawa, kitab Darmogandhul adalah salah satu sastra Jawa yang sangat kontroversial. Selain isinya banyak memutarbalikkan ajaran agama tertentu, juga kitab ini sarat dengan sejumlah keganjilan-keganjilan sejarah sebenarnya.


Walaupun menggunakan latar belakang kisah runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak Bintara, namun kisah Darmogandhul mencuatkan hal-hal yang tidak masuk akal pada zamannya. Hal ini didapati pada untaian kisah berikut:

… wadya Majapahit ambedili, dene wadya Giri pada pating jengkelang ora kelar nadhahi tibaning mimis, …

Maksudnya: Pasukan Majapahit menembak dengan senapan, sedangkan pasukan Giri berguguran akibat tidak kuat menerima timah panas. 

Apakah zaman itu sudah digunakan senjata api dalam berperang? Hal tersebut tidak mungkin sebab senjata api baru dikenal sejak kedatangan bangsa Eropa ke bumi Nusantara. 

Darmogandhul ditulis setelah kedatangan bangsa Eropa, bukan pada saat peralihan kekuasaan dari Majapahit ke Demak Bintara.

Lalu siapakah sebenarnya penulis kitab ini? Sampai saat ini belum ada yang bisa menunjukkan secara pasti siapakah pengarang kitab 'ngawur' ini. Namun dari sejumlah analisis tulisan dan latar belakang sejarah dalam kitab itu, Darmogandhul ditulis pada masa penjajahan Belanda.

Penulis Darmogandul bukan orang yang tahu persis sebab-sebab keruntuhan Majapahit yakni Perang Paregreg yang menghancurkan sistem politik dan kekuasaan Majapahit, juga hilangnya pengaruh agama Hindu. 

Kitab Darmogandhul diduga hanya produk rekayasa sastra Jawa yang dipergunakan untuk kepentingan penjajah Belanda.