Kamis, 13 Juni 2013

BIOGRAFI CUT NYAK DIEN


Biografi Cut Nyak Dien 


Sepertinya Indonesia di pastikan memiliki Pahlawan di tiap propinsinya. Dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas seorang pahlawan perempuan yang lahir dari Aceh. Cut Nyak Dien lahir pada tahun 1848 di Kerajaan Aceh dan beliau meninggal dunia di wilayah pengasihannya di Sumedang pada tanggal 6 November 1908, Jawa Barat. 

Cut Nyak Dien dengan semua jasa – jasanya dalam melawan penjajah Belanda sangat terkenal dan di kenang luas tidak hanya oleh warga Aceh namun bagi semua rakyat Indonesia. Untuk segala perjuangannya dalam Perang Aceh, pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional Indonesia. 
Pada awalnya, Cut Nyak Dien menikah dengan Ibrahin Lamnga. Sama sepertinya, suaminya juga seorang pejuang melawan Belanda. Dalam sebuah pertempuran dengan Belanda di Gle Tarum, Ibrahim  Lamnga meninggal dunia tepatnya pada tanggal 29 Juni 1878.  

Masa Kecil


Cut Nyak Dien memiliki sebuah garis keturunan yang tercatat memang menomor satukan perintah agama. Keluarganya juga bukan rakyat biasa, ia lahir dari garis keluarga bangsawan. Daerah dimana ia di lahirkan dalam beberapa literatur di sebut dengan wilayah VI mukim, yang tercatat dari momen kelahirannya hanya tahunnya saja, yaitu 1848.  

Terlahir dari keturunan bangsawan, ayahnya bernama Teuku Nanta Setia dan ibunya adalah putri uleebalang Lampagar.  

Cut Nyak Dien memperoleh pendidikan bidang agama dan keahlian hidup dengan baik dari oarng tua dan guru nya. Orang tuanya mengajarkan beliau keahlian untuk menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik. Di ajarkannya mulai dari memasak, mengurus suami, serta hal – hal kecil lainnya terkait kehidupan rumah tangga. Ia juga mendapat pengajaran agama yang mumpuni dari guru ngajinya. 

Cut Nyak Dien kecil tumbuh menjadi gadis yang cantik dan di sukai banyak pemuda di wilayahnya. Banyak yang datang melamarnya. Kemudian orang tuanya menikahkan beliau dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga, mereka menikah pada tahun 1862. Suaminya merupakan putra dari uleebalang Lamnga XIII. Dari pernikahannya ini, Cut Nyak Dien di karuniai seorang anak laki - laki. 

Perjuangan Melawan Belanda


Belanda pertama kali melancarkan serangan ke Aceh pada tanggal 26 Maret 1873. Dari kapal perangnya yang di beri nama Citadel van Antwerpen, Belanda mulai menggempur wilayah Aceh. Rakyat Aceh tentu tidak tinggal diam, mereka juga melancarkan serangan balik yang di pimpin oleh Panglima Polim dan Sultan Machmud Syah pada tahun 1873-1874. Saat itu, penjajah Belanda di pimpin oleh Johan Harmen Rudolf Kohler, mereka menyerbu Aceh dengan jumlah prajurit mencapai 3.198.

Hal pertama ketika penjajah Belanda mulai menyerang Aceh adalah menguasai Masjid Raya Baiturrahman. Mereka mendarat melalui Pantai Ceureumen. Belanda langsung membakar Masjid Raya Baiturrahman. Cut Nyak Dien melihatnya dan tidak tinggal diam. Ia langsung membangkitkan rasa perjuangan rakyat Aceh dengan berteriak keras :Lihatlah wahai orang-orang Aceh!! Tempat ibadat kita dirusak!! Mereka telah mencorengkan nama Allah! Sampai kapan kita begini? Sampai kapan kita akan menjadi budak Belanda?

Pada saat itu, Kesultanan Aceh mampu memukul mundur Penjajah Belanda. Kohler yang menjadi pemimpin merekapun tewas dalam pertempuran karena tertembak. Alhasil Kesultanan Aceh berhasil memenangkan pertempuran pertama, suami Cut Nyak Dien yang bertempur di jajaran terdepan pulang dengan tersenyum. Perang ini terjadi pada April 1873.

Namun berikutnya, Belanda melancarkan serangan kembali pada tahun 1874-1880. Pada tahun 1873 wilayah VI Mukim dapat di lumpuhkan oleh Belanda di bawah pimpinan Jenderal Jan Van Swieten. Penjajah Belanda juga menguasai Keraton Kesultanan Aceh pada tahun 1874. Ini membuat rakya Aceh tidak memiliki lagi tempat yang aman untuk di tinggali. Rakyat Aceh akhirnya memilih mengungsi pada tanggal 24 Desember 1875, yang di utamakan mengungsi adalah ibu – ibu dan anak – anak, Cut Nyak Dien juga ikut dalam rombongan pengungsi. Sedangkan suaminya dan bersama para lelaki lain berjuang bertempur melawan penjajah Belanda guna mengambalikan Kesultanan Aceh dengan merebut wilayah VI mukim.   

Dalam pertempuran ini, Ibrahim Lamnga, suami Cut Nyak Dien gugur dalam medan pertempuran. Ibrahim Lamnga tewas pada tanggal 29 Juni 1878. Inilah titik dimana Cut Nyak Dien mengambil ikrar untuk tidak akan berhenti memperjuangkan Aceh dan menghancurkan Penjajah Belanda.  

Dalam catatan perjalanan hidup Cut Nyak Dien, ia menikah untuk kedua kali dengan seorang tokoh perjuangan Aceh yang sangat di segani bernama Teuku Umar. Meskipun pertamanya Cut Nyak Dien menolak lamaran dari Teuku Umar, namun kemudian ia menerimanya juga setelah calon suaminya itu tetap akan mengizinkan ia guna menumpaskan Belanda.

Mereka menikah pada tahun 1880. Pernikahan ini di sambut baik oleh rakyat Aceh dan menambah gairah semangat perjuangan rakyat Aceh dalam melawan penjajah Belanda. Dari pernikahan dengan Teuku Umar, Cut Nyak Dien di karunia seorang anak yang di beri nama Cut Gambang. 

Perjuangan berlanjut dengan meenggunakan taktik perang Gerilya. Perang ini tidak hanya perjuangan dalam mengusir penjajah Belanda, namun juga merupakan upaya untuk menegakan agama Alloh dan di namakan perang fi’sabililah yaitu perang di jalan Alloh melawan kafir Belanda. 

Langkah awal yang di ambil oleh Teuku Umar adalah mendekati Belanda dan membangun hubungan yang kuat antara keduanya, semua di lakukan guna mendapat kepercayaan Belanda. Dan semuanya mencapai puncak ketika Teuku Umar bersama 250 pasukannya “meyerahkan diri” kepada Belanda dan mengaku berniat ingin bergabug dengan Belanda. Ini di lakukan pada tanggal 30 September 1893.   

Belanda yang pastinya sangat menyetujui dengan langkah yang di ambil oleh teuku Umar ini langsung menganugerahi ia dengan gelar Teuku Umar Johan Pahlawan. Selain itu, Belanda juga memberikan kekuasaan penuh kepada teuku Umar untuk menjadi komandan unit pasukan Belanda. 

Namun strategi yang di ambil oleh teuku Umar dan Cut Nyak dien ini bukan tanpa pertentangan. Banyak rakyat Aceh mengira bahwa mereka telah mengkhianati Aceh. Salah satunya yaitu Cut Nyak Meutia yang langsung mendatangi Cut Nyak Dien dan langsung memakinya. Meskipun Cut Nyak Dien berhasil untuk meyakinkan kembali Cut Nyak Meutia untuk kembali berfokus melawan Belanda karena pada dasarnya semua yang di lakukan oleh Teuku Umar adalah salah satu upaya dalam melemahkan Belanda dari dalam. 
Teuku Umar masih tetap fokus untuk meengganti sebanyak – banyak orang Belanda menjadi orang Aceh di pasukan yang ia pimpin. Sambil terus mempelajari taktik perang yang di pakai oleh Belanda. Hingga pada saat dimana orang Aceh yang masuk dalam pasukannya di rasa sudah cukup, Teuku Umar merencanakan untuk menggempur Aceh. Tentu inipun di maksudkan dalam upaya untuk mengelabui Belanda. 

Ketika rencana untuk menggempur basis Aceh itu telah di setujui Belanda. Maka, Teuku Umar dan Cut Nyak Dien bersama dengan pasukan serta peralatan perang berupa senjara berat lengkap dengan amunisinya pergi berangkat ke Aceh. Namun ternyata mereka tidak pernah kembali lagi ke Belanda. Pengkhianatan Teuku Umar ke pihak Belanda ini di kenal dengan Het Verraad van  Teukoe Oemar atau pengkhianatan Teuku Umar. 

Alhasil di pastikan Belanda sangat marah dengan kejadian ini. Mereka mengamuk dengan melancarkan operasi besar – besaran untuk menangkap teuku Umar dan Cut Nyak Dien. Sementara itu pasukan Belanda sekarang di pimpin oleh Jenderal Jakobus Ludovicius Hubertus Pel, menggantikan yang sebelumnya Jenderal Van Swieten. 

Dengan bekal peralatan perang yang lengkap, Teuku Umar berhasil menghancurkan pasukan Belanda. Jenderal Jakobus berhasil di bunuh. Belanda benar – benar dalam masalah besar sehingga mereka mencabut gelar Teuku Umar dan membakar rumahnya juga.   

Belanda tetap mencari cara agar dapat melumpuhkan kekuatan Aceh. Mereka membayar orang untuk terus mematai – matai Teuku Umar untuk mendapatkan rencana apa yang nantinya akan di ambil oleh Teuku Umar. Maka di ketahui bahwa Teuku Umar akan menyerang Belanda pada tanggal 11 Februari 1899. Karena rencananya sudah di ketahui, Teuku Umar gugur dalam perang tersebut. Meskipun sedih bukan main, Cut Nyak Dien tetap tegar dan mengatakan bahkan sempat memarahi anaknya yaitu Cut Gambang yang menangis di hadapan jasad ayahnya ‘Sebagai perempuan Aceh, kita tidak boleh menumpahkan air mata pada orang yang sudah syahid’. Cut Nyak Dien terus melancarkan serangan kepada Belanda di pedalaman Meulaboh bersama dengan para pasukannya.

Tertangkap Oleh Belanda


Dengan usia yang sudah menua, Cut Nyak Dien terus berjuang melawan Belanda. Namun bagaimanapun pihak Belanda lebih kuat karena di dukung kekuatan yang lengkap. Terlebih lagi Cut Nyak Dien memilki penyakit encok dan mata rabun. Di tambah jumlah pasukan yang makin berkurang dan kurangnya pasokan makanan.  

Akhirnya, salah satu pasukannya melaporkan keberadaan Cut Nyak Dien kepada Belanda. Yang melapor tersebut bernama Pang Laot. Belanda datang berhamburan menyerbu tempat Cut Nyak Dien di Beutong Le Sageu. Mereka bertempur mati – matian meskipun akhirnya Cut Nyak Dien tertangkap oleh pihak Belanda. Sementara anakanya, Cut Gambang, berhasil kabur ke hutan dan meneruskan perjuangan melawan penjajah Belanda. 

Masa Gugur


Cut Nyak Dien akhirnya di bawa ke Banda Aceh dan di rawat disana. Penyakitnya juga semakin membaik. Namun walaupun sudah tidak melancarkan serangan, Belanda khawatir bahwa kehadiran Cut Nyak Dien di Banda Aceh akan membangunkan kembali semangat perlawanan warga Aceh. Terlebih lahi ia masih aktif membangun komunikasi dengan para gerilyawan. Belanda akhirnya memutuskan untuk mengirim Cut Nyak Dien dan di asingkan ke Sumedang – Jawa Barat. 

Bersama dengan tahanan yang lain , Cut Nyak Dien dibawa ke Sumedang. Karena nama besar dan perjuangannya, Bupati Sumedang Suriaatmaja menaruh hormat kepada Cut Nyak Dien. Di dalam tahanan, Cut Nyak Dien di juluki dengan nama “Ibu Perbu”, karena di anggap sebagai perempuan yang memiliki pemahaman agama yang mumpuni. Cut Nyak Dien  di tahan bersama seorang ulama bernama Kiyai Ilyas. 
Karena faktor usia, Cut Nyak Dien meninggal di Sumedang pada tanggal 6 November 1908. Namun pada tahun 1959 makamnya baru di temukan. Atas semua jasa besarnya dalam perjuangan melawan Belanda, pemerintahan Soekarno menganugerahinya sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui SK Presiden RI No.106 Tahun 1964 tepatnya pada tanggal 2 Mei 1964. Gelar pahlawan ini sendiri atas pengajuan Gubernur Aceh saat itu yaitu Ali Hasan. 

10 HANTU TERPOPULER DI INDONESIA

1. Kuntilanak
Sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kamboja. Konon laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak juga senang menyantap bayi dan melukai wanita hamil. Dalam cerita seram dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan cara menghisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir. Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat "bersemayam"

2. Sundel Bolong
Sundel bolong dalam mitos hantu Indonesia digambarkan dengan wanita berambut panjang dan bergaun panjang warna putih. Digambarkan pula terdapat bentukan bolong di bagian punggung yang sedikit tertutup rambut panjangnya sehingga organ-organ tubuh bagian perut terlihat. Dimitoskan hantu sundel bolong mati karena diperkosa dan melahirkan anaknya dari dalam kubur. Biasanya sundel bolong juga diceritakan suka mengambil bayi-bayi yang baru saja dilahirkan

3. Tuyul
Tuyul (bahasa Jawa: thuyul) dalam mitologi Nusantara, terutama di Pulau Jawa, adalah makhluk halus berwujud anak kecil atau orang kerdil dengan kepala gundul. Penggambaran lainnya yang tidak disepakati semua orang adalah kulit berwarna keperakan, bersifat sosial (dalam pengertian memiliki masyarakat dan pemimpin), serta bersuara seperti anak ayam. Tuyul dapat dipekerjakan oleh seorang majikan manusia untuk alasan tertentu, terutama mencuri (uang). Untuk menangkal tuyul, orang memasang yuyu di sejumlah sudut rumah karena tuyul dipercaya menyukai yuyu sehingga ia lupa akan tugas yang dibebankan pemiliknya. Kejadian tuyul dipercaya berasal dari janin orang yang keguguran atau bayi yang mati ketika lahir. Karena berasal dari bayi, karakter tuyul juga seperti anak-anak: gemar bermain (seperti laporan orang melihat sejumlah tuyul bermain pada tengah malam, dsb.).

4. Pocong
Penggambaran pocong bervariasi. Dikatakan, pocong memiliki wajah berwarnah hijau dengan mata yang kosong. Penggambaran lain menyatakan, pocong berwajah rata dan memiliki lubang mata berongga atau tertutup kapas dengan wajah putih pucat. Mereka yang percaya akan adanya hantu ini beranggapan, pocong merupakan bentuk protes dari si mati yang terlupa dibuka ikatan kafannya sebelum kuburnya ditutup. Meskipun pocong dalam film sering digambarkan bergerak melompat-lompat, mitos tentang pocong malah menyatakan pocong bergerak melayang-layang. Hal ini bisa dimaklumi, sebab di film-film pemeran pocong tidak bisa menggerakkan kakinya sehingga berjalannya harus melompat-lompat. Kepercayaan akan adanya hantu pocong hanya berkembang di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera. Walaupun penggambarannya mengikuti tradisi muslim, umat beragama lain pun ternyata dapat mengakui eksistensi hantu ini.

5. Genderuwo
Genderuwo adalah sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh. Genderuwo terutama dikenal dalam masyarakat di Pulau Jawa (orang Sunda menyebutnya "gandaruwo" dan orang Jawa menyebutnya "gendruwo"). Habitat hunian kegemarannya adalah batu berair, bangunan tua, pohon besar teduh atau sudut-sudut yang lembab sepi dan gelap. Pusat domisili makhluk ini dipercaya berada di Hutan Jati Donoloyo, kecamatan Sloghimo, sekitar 60 km di sebelah timur Wonogiri, dan di wilayah Lemah Putih, Purwosari, Girimulyo, Kulon Progo sekitar 60 km ke barat Yogyakarta.

6. Wewe Gombel
Wewe Gombel adalah sebuah istilah dalam tradisi Jawa yang berarti roh jahat atau hantu yang suka mencuri anak-anak, tapi tidak mencelakainya. Konon anak yang dicuri biasanya anak-anak yang ditelantarkan dan diabaikan oleh orang tuanya. Wewe Gombel biasanya akan menakut-nakuti orang tua si anak atas sikap dan perlakuannya kepada anaknya sampai mereka sadar. bila mereka telah sadar, Wewe Gombel akan mengembalikan anaknya.
Menurut cerita, Wewe Gombel adalah roh dari seorang wanita yang meninggal bunuh diri lantaran dikejar masyarakat karena telah membunuh suaminya. Peristiwa itu terjadi setelah suami dari wanita itu berselingkuh dengan wanita lain. Sang suami melakukan hal itu karena istrinya tak bisa memberikan anak yang sangat diharapkannya. Akhirnya ia dijauhi dan dibenci suaminya lalu dikucilkan sampai menjadi gila dan gembel.
Disebut Wewe gombel karena kejadian in terjadi di daerah Gombel, Semarang. Jika kita berkendaraan dari arah jatingaleh ke arah banyumanik, maka akan terlihat bekas iklan bir bintang. Di situlah konon letak lokasi wewe gombel berada. Beberapa orang menyebutkan bahwa lokasi tersebut adalah lokasi kerajaan hantu. Menurut cerita itu pula, hal itu yang menyebabkan sebuah hotel yang terletak di dalam lokasi bukit gombel menjadi bangkrut.

7. Leak
Dalam mitologi Bali, Leak adalah penyihir jahat. Le artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat di malam hari oleh para dukun pemburu leak. Di siang hari ia tampak seperti manusia biasa, sedangkan pada malam hari ia berada di kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakannya untuk membuat ramuan sihir. Ramuan sihir itu dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimau, kera, babi atau menjadi seperti Rangda. Bila perlu ia juga dapat mengambil organ dari orang hidup.

8. Rangda
Rangda adalah ratu dari para leak dalam mitologi Bali. Makhluk yang menakutkan ini diceritakan sering menculik dan memakan anak kecil serta memimpin pasukan nenek sihir jahat melawan Barong, yang merupakan simbol kekuatan baik. Diceritakan bahwa kemungkinan besar Rangda berasal dari ratu Manendradatta yang hidup di pulau Jawa pada abad yang ke-11. Ia diasingkan oleh raja Dharmodayana karena dituduh melakukan perbuatan sihir terhadap permaisuri kedua raja tersebut. Menurut legenda ia membalas dendam dengan membunuh setengah kerajaan tersebut, yang kemudian menjadi miliknya serta milik putra Dharmodayana, Erlangga. Kemudian ia digantikan oleh seseorang yang bijak. Nama Rangda berarti juga janda. Rangda sangatlah penting bagi mitologi Bali. Pertempurannya melawan Barong atau melawan Erlangga sering ditampilkan dalam tari-tarian. Tari ini sangatlah populer dan merupakan warisan penting dalam tradisi Bali. Rangda digambarkan sebagai seorang wanita dengan rambut panjang yang acak-acakan serta memiliki kuku panjang. Wajahnya menakutkan dan memiliki gigi yang tajam.

9. Kuyang
Kuyang merupakan siluman berwujud kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit dan anggota badan yang dapat terbang untuk mencari darah bayi. Makhluk ini dikenal masyarakat di Kalimantan. Kuyang sebenarnya adalah manusia (wanita) yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi. Pada siang hari, seorang kuyang akan menempuh hidup sehari-hari sebagaimana orang biasa, namun biasanya ia mengenakan pakaian jubah. Pada malam hari kuyang akan terbang untuk mencari darah bayi atau darah persalinan untuk dihisap sebagai sarana menambah kekuatan ilmunya. Orang yang melihat kuyang terbang biasanya melihatnya seperti burung besar.
Untuk menghadapinya korban perlu menggunakan sapu ijuk atau memukulkan perabot rumah tangga seperti panci atau wajan.

10. Palasik
Palasik menurut cerita, legenda atau kepercayaan orang Minangkabau adalah sejenis makhluk gaib. Menurut kepercayaan Minangkabau palasik bukanlah hantu tetapi manusia yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi. Palasik sangat ditakuti oleh ibu-ibu di di Minangkabau yang memiliki balita karena makanan palasik adalah anak bayi/balita, baik yang masih dalam kandungan ataupun yang sudah mati (dikubur), tergantung dari jenis palasik tersebut.
Ilmu palasik dipercayai sifatnya turun-temurun. Apabila orang tuanya adalah seorang palasik maka anaknya pun akan jadi palasik.
Pada umumnya palasik bekerja dengan melepaskan kepalanya. Ada yang badan nya yang berjalan mencari makan dan ada pula yang kepala nya yang melayang-layang mencari makan

7 ORANG MISTERIUS DI INDONESIA

Sejarah mencatat, paling tidak ada 7 orang misterius di Indonesia yang sebenarnya layak di ketahui keberadaan serta perannya apabila orang-orang tersebut benar-benar ada. Tetapi sayangnya, mereka tetaplah misterius dan tentang keberadaannya sulit diketahui dengan pasti, bahkan beberapa di antaranya, makamnya sulit d temukan.


1. Supriyadi (PETA)

Siapa yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Supriyadi adalah pahlawan nasional, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air ( PETA ) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. 

Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, namun tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut.


Pada waktu itu, Supriyadi memimpin sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang-orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah. 

Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho.

Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya. Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini. Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang.

Namun yang membuat sosok Supriyadi semakin misterius adalah banyaknya kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Salah satu yang cukup kontroversial adalah sebuah acara pembahasan buku 'Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno', yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang.

Andaryoko

Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan kini berusia 88 tahun.

Namun sampai sekarang pengakuan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya, meski secara perawakan dan sejumlah saksi membenarkan klaim tersebut.


2. Tan Malaka

Salah satu sosok pahlawan nasional kita yang terlupakan. Mungkin salah satu (atau satu-satunya) sosok pahlawan yang memiliki kisah petualangan dari negara ke negara lain dan menjadi sosok yang paling dicari oleh Belanda dan banyak negara lain.


Selain itu, pada masa revolusi kemerdekaan keberadaannya selalu dicari oleh para pejuang pada saat itu ( termasuk oleh Bung Karno ) karena hobinya melakukan penyamaran untuk menghindari mata-mata musuh, sehingga sosoknya selalu misterius dan tidak banyak yang mengenal dengan pasti seperti apa sosok yang bernama asli Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka itu.

Namun sayangnya keberadaan dari tokoh aliran kiri ini hilang secara misterius dalam pergolakan revolusi kemerdekaan itu. Konon kabarnya Tan Malaka dibunuh pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya di daerah Kediri, Jawa Timur. Hingga kini makamnya tidak pernah bisa ditemukan.


3. Gunadarma (Borobudur)

Borobudur dan Gunadarma adalah dua nama yang tidak bisa terpisahkan. Dalam sejumlah literatur, Candi Borobudur diarsiteki oleh sekelompok kaum atau sekelompok Brahmana yang meletakkan dasar pada sebuah tempat pemujaannya dan kemudian entah beberapa waktu kemudian (kemungkinan bisa puluhan, ratusan atau malah ribuan) dibuatkan sebuah proyek mega raksasa, pemberian sebuah 'kulit' yang katanya dikepalai oleh seorang arsitek bernama Gunadarma.


Sedangkang siapa sebenarnya sekelompok kaum Brahmana yang terdahulu tidak diketemukan catatan resmi tentang mereka, kemudian cerita tentang kepala penanggung jawab mega proyek pembuatan 'kulit' situs tersebut yaitu Gunadarma juga tidak ada sebuah keterangan resmi mengenainya, bisa jadi kata Gunadarma adalah sebuah kata simbol dan bukan merupakan nama seseorang.

Kalau memang benar Gunadarma yang mengarsiteki pembangunan Candi Borobudur, maka perlu kita acungi jempol bagaimana Gunadarma melakukan perencanaan yang tepat dengan kondisi teknologi yang pada saat itu belum begitu canggih. Namun sampai saat ini nama Gunadarma dan Borobudur itu sendiri masih menjadi misteri yang belum bisa diungkapkan dengan tuntas.


4. Ki Panji Kusmin

Suatu ketika majalah Sastra, dengan cetakan tahun VI No. 48, Agustus 1968, memuat sebuah cerpen yang berjudul Langit Makin Mendung yang dikarang oleh Ki Panji Kusmin (diduga ini nama samaran). Cerpen ini bercerita tentang Nabi Muhammad yang memohon izin kepada Tuhan untuk menjenguk umatnya.


Disertai Malaikat Jibril, dengan menumpang Bouraq, Nabi mengunjungi Bumi. Namun Bouroq bertabrakan dengan satelit Sputnik sehingga Nabi serta Malaikat Jibril terlempar dan mendarat di atas Jakarta. 

Di situ Nabi menyaksikan betapa umatnya telah menjadi umat yang bobrok. Cerpen ini adalah sindiran terhadap laku keagamaan masyarakat luas yang 'menyimpang' pada waktu yang belum jauh berselang dari terjadinya tragedi 1965.

Namun akibat penerbitan Cerpen yang bikin heboh umat ini, Ki Panji Kusmin dituduh telah melakukan penodaan terhadap agama karena mempersonifikasikan Tuhan, Nabi Muhammad, dan Malaikat Jibril. 

Tanpa ampun lagi H.B. Jassin selaku penanggung jawab majalah itu dibawa ke pengadilan dan dipaksa untuk mengungkap siapa sebenarnya Ki Panji Kusmin. H.B. Jassin menolak untuk mengungkap jati diri Ki Panji Kusmin.

Untuk itu ia dituntut Pengadilan Tinggi Medan dan divonis in absentia berupa kurungan selama satu tahun dan masa percobaan dua tahun. Dan sampai saat ini pun identitas dari Ki Panji Kusmin tidak terungkap dan dibawa hingga ke liang lahat oleh H.B. Jassin.


5. Imam Sayuti alias Tebo

Suatu hari, pada 1970 hiduplah sepasang suami - istri Fai dan Nasikah di lereng Gunung Watungan, Desa Wuluhan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

Fai bekerja sebagai kuli bangunan, istrinya membantu mencari kayu di hutan Ambulu. Masih pengantin baru, konon mereka belum sempat berhubungan suami - istri, Fai pergi ke kota untuk bekerja di proyek. Fai pun pamit untuk jangka waktu lama.

Ternyata, baru tiga hari pamitan, ‘Fai’ pulang lagi menemui Nasikah. (Dipercaya sebagai gendruwo atau makhluk halus. Postur, cara bicara, suara, dan perilakunya persis Fai, sang suami asl ). Nah, si gendruwo yang menyamar sebagai Fai ini kemudian menyetubuhi Nasikah.

Nasikah, wanita desa itu, tenang-tenang saja karena menganggap 'laki - laki' itu suaminya yang sah. Bulan ketujuh Nasikah hamil, Fai palsu pamit. Datanglah Fai yang asli. 

Maka gegerlah sudah keluarga baru ini. Untung saja, ulama terkemuka di Ambulu meminta Fai untuk bersabar karena istrinya tidak selingkuh. Ada pesan atau isyarat spiritual yang terjadi dengan istrinya.

Lalu, lahirlah bayi penuh rambut di tubuh dengan bintik-bintik merah. Orang tuanya memberi nama Imam Sayuti. Tapi laki-laki kekar ini diberi nama gaib, Tebo, sesuai dengan petunjuk 'dari langit'. Tebo kemudian diasuh oleh pasangan suami - istri ini layaknya anak mereka sendiri.

Sosok ini cukup menarik perhatian ketika Tebo dititipkan oleh manajer Wahana Misteri (Penyelenggara pameran yang berkaitan dengan hal-hal gaib) pada tahun 1990 dan menjadi bintang pameran di sana. Akhirnya kontroversi keberadaan sosok ini merebak.

Tentu suatu hal yang ganjil jika ada makhluk alam lain bisa 'bersetubuh' dengan manusia dan melahirkan manusia 'gado - gado'. Hingga saat ini belum ada penelitian yang lebih ilmiah untuk membuktikan keberadaan 'makhluk' ini.


6. Perobek Bendera Belanda di Hotel Oranje

Peristiwa 10 November 1945 tentu tidak lepas dari dipicunya oleh salah satu peristiwa yang paling heroik, yaitu perobekan bendera Belanda di atas Hotel Oranje. Kisah ini dipicu oleh berita bahwa di Hotel Oranje di Tunjungan telah dikibarkan bendera Belanda merah-putih-biru oleh Mr Ploegman. 

Tentu saja hal tersebut tidak diterima oleh para arek-arek Suroboyo yang merasa pengibaran bendera tersebut dianggap sebagai penghinaan sebagai bangsa yang merdeka.


Pada akhirnya Mr. Ploegman dibunuh oleh seorang pemuda yang mendekati dirinya tanpa ia ketahui dan menusukkan pisaunya bertubi-tubi. Pada saat itu Mr. Ploegman menghadapi ribuan massa di depan hotel yang menuntut penurunan bendera triwarna tersebut. Teriakan untuk menurunkan bendera kian membahana.

Sejumlah pemuda telah membawa tangga untuk naik ke atap hotel, terdapat 8 sampai 10 pemuda. Dari atap ada yang naik ke tiang bendera dalam gemuruh teriakan, lalu bagian biru bendera itu pun dirobek, dan jadilah kini 'Sang Merah Putih' yang berkibaran di angkasa.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang menjadi perobek bendera tersebut? Dalam kondisi yang sangat kacau dan penuh massa, tentu tidak mudah bagi para saksi sejarah untuk mengetahui secara pasti siapakah yang melakukannya.


7. Penulis Buku Darmogandhul

Mungkin di antara karya-karya sastra kuno berbahasa Jawa, kitab Darmogandhul adalah salah satu sastra Jawa yang sangat kontroversial. Selain isinya banyak memutarbalikkan ajaran agama tertentu, juga kitab ini sarat dengan sejumlah keganjilan-keganjilan sejarah sebenarnya.


Walaupun menggunakan latar belakang kisah runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak Bintara, namun kisah Darmogandhul mencuatkan hal-hal yang tidak masuk akal pada zamannya. Hal ini didapati pada untaian kisah berikut:

… wadya Majapahit ambedili, dene wadya Giri pada pating jengkelang ora kelar nadhahi tibaning mimis, …

Maksudnya: Pasukan Majapahit menembak dengan senapan, sedangkan pasukan Giri berguguran akibat tidak kuat menerima timah panas. 

Apakah zaman itu sudah digunakan senjata api dalam berperang? Hal tersebut tidak mungkin sebab senjata api baru dikenal sejak kedatangan bangsa Eropa ke bumi Nusantara. 

Darmogandhul ditulis setelah kedatangan bangsa Eropa, bukan pada saat peralihan kekuasaan dari Majapahit ke Demak Bintara.

Lalu siapakah sebenarnya penulis kitab ini? Sampai saat ini belum ada yang bisa menunjukkan secara pasti siapakah pengarang kitab 'ngawur' ini. Namun dari sejumlah analisis tulisan dan latar belakang sejarah dalam kitab itu, Darmogandhul ditulis pada masa penjajahan Belanda.

Penulis Darmogandul bukan orang yang tahu persis sebab-sebab keruntuhan Majapahit yakni Perang Paregreg yang menghancurkan sistem politik dan kekuasaan Majapahit, juga hilangnya pengaruh agama Hindu. 

Kitab Darmogandhul diduga hanya produk rekayasa sastra Jawa yang dipergunakan untuk kepentingan penjajah Belanda.

7 WANITA UNIK DI DUNIA

7 Wanita Paling Unik di Dunia




Inilah 7 Wanita Paling Unik di Dunia

1. Maria Jose Cristerna (Wanita Vampir)

FAKTA UNIK - 7 Wanita Paling Unik di Dunia


Maria Jose Cristerna, ibu empat anak asal Meksiko mengambil jalan yang tidak lumrah bahkan terlalu kejam untuk ditiru. Cristerna, demikian nama kecilnya mengubah penampilannya dengan merajah seluruh tubuhnya dan memasang titanium di bawah kulit muka dan dahinya untuk membuat kesan seperti tanduk. Wanita menikah di usia 17 itu pun dijuluki “Wanita Vampir”. Ia bahkan mengaku mulai terobsesi dengan tato setelah jadi korban kekerasan domestic. “Tato merupakan bentuk pembebasan bagi saya,” ujar Cristerna. Wanita berusia 35 tahun tersebut juga mengubah giginya untuk menciptakan taring panjang guna melengkapi penampilannya.

2. Elaine Davidson (Memiliki 6925 Tindikan)

FAKTA UNIK - 7 Wanita Paling Unik di Dunia

Elaine Davidson, wanita asal Brazil yang menerima gelar The Most Pierced Woman dari Guinness Book of Record pada Mei 2000 silam, kembali jadi sorotan. Bukan karena memiliki 6925 tindikan di tubuhnya, termasuk 1.500 tindikan internal Pada tahun 2000, Elaine memiliki 462 tindikan di tubuhnya, termasuk 192 di wajahnya. Namun jumlah tindikannya kini sudah mencapai 6925 tindikan, termasuk tindikan di bagian ‘vital’. Pada Februari 2009 yang lalu, mantan perawat kelahiran Brazil ini mengaku sudah merasakan sakit dari seni piercing yang dia sukai ini, sehingga dia pun tidak mau lagi menambah jumlah tindikan di badannya. Kendati demikian dia tidak pernah mencopot atau pun menghilangkan satu pun cincin dan gelang yang menempel di tubuhnya tersebut, yang diperkirakan telah mencapai berat total sekitar tiga kilogram

3. Bae Dal Mi (Tak Pernah Cuci Muka)

FAKTA UNIK - 7 Wanita Paling Unik di Dunia

Bae-Dal-mi. Seorang gadis berusia 20 tahun asal korea. Kebiasaan ini bermula ketika dirinya jatuh cinta dengan make-up pada usia 14 tahun. Semenjak itu, dari waktu ke waktu make-up yang digunakannya semakin tebal. Dia mengatakan bahwa benda yang paling penting dalam hidupnya adalah cermin. “Saya selalu melihat kedalam cermin dan membawanya setiap saat,” ujarnya pada sebuah acara variety show di korea. Meskipun dirinya termasuk cantik tanpa make-up, ia tetap merasa tidak puas dengan penampilannya “Saya ingin melakukan operasi plastik di 10 tempat,” ungkapnya.

4. Staysha Randall (Memiliki Tindikan 3200)

FAKTA UNIK - 7 Wanita Paling Unik di Dunia

Staysha Randall,Umur 22 tahun punya kaki tangan dan punggungnya ditembus oleh 3.200 jarum kekuatan industri, dalam rangka untuk menciptakan rekor Guinness baru, di Las Vegas. Staysha, Las Vegas pemain yang biasanya melakukan tindakan melarikan diri dan menunjukkan bahan tertawaan di mana ia menunjukkan kekuatan fisiknya berangkat untuk memecahkan rekor lama 3.100 jarum terjebak dalam satu orang, hanya dalam satu duduk. Dia dan tubuh penindik ‘Bahaya’ Bill Robins pertama ditetapkan untuk mencapai tanda jarum 3.600, tapi rasa sakit itu Staysha ternyata begitu besar menyebutnya berhenti setelah ditusuk dengan 3.200 gauge 18-, jarum 1,5-inci panjang

5. Ji Hyun (Tak Pernah Gosok Gigi)

FAKTA UNIK - 7 Wanita Paling Unik di Dunia

Ji Hyun Ji. Gadis berusia 20 tahun yang menjadi bintang di acara Mars Virus program televisi paling populer di Korea Selatan ini mengaku tak pernah lagi menggosok giginya sejak 10 tahun lalu.“Saya tidak mengerti mengapa orang harus sikat gigi, karena toh orang lain tak bakal melongok ke dalam mulut Anda,” kata Ji Hyun Ji, santai. “Bagi saya, tumpukan sisa makanan justru benar-benar akan melindungi gigi saya.”Terakhir kali ia ingat melakukannya ketika ibunya menggosok giginya saat berusia 10 tahun . Sehari-hari, dia hanya menyeka gigi depannya .

6. Cindy Jackson (Melakukan Operasi Plastik Terbanyak)

FAKTA UNIK - 7 Wanita Paling Unik di Dunia

Sepintas kecantikan Cindy Jackson terlihat alamiah di usia yang tak lagi muda, 55. Namun kemolekannya ia peroleh lewat prosedur ekstrim dengan 52 kali permak wajah dan tubuh. Cindy kini memegang rekor operasi plastik terbanyak di dunia. “Saya tidak berambisi memecahkan rekor apapun. Saya hanya melakukannya untuk mendapat tubuh cantik yang alami,” ia menuturkan dalam sebuah tayangan di stasiun televisi ABCNews. Cindy mengungkapkan selama puluhan tahun ia melakukan 14 operasi plastik penuh, botox, operasi mata atas dan bawah. Dia juga menjalani pengambilan lemak perut (liposuction)dan suntik kolagen di tangan. Untuk semua operasi yang ia lakukan, Cindy harus merogoh kocek hingga US$ 100 ribu atau setara Rp858 juta. Merasa berpengalaman keluar-masuk meja operasi, ia lalu mengklaim diri sebagai seorang konsultan ahli anti-penuaan. “Selama proses itu saya mendapatkan pengetahuan berharga tentang operasi yang bagus dan tidak. Mengapa operasi kadang-kadang tidak sukses, serta rahasia mencapai hasil terbaik, aman dan paling efektif,” tulisnya dalam website pribadinya. Wanita asal Ohio ini mengakui, latar belakang ayah yang pemarah serta rasa rendah diri membuatnya bertekad mengubah diri. Sejak belia, ia merasa tubuhnya jelek. “Saat usia 14, ada komentar mengenai senyum saya sehingga membuat saya serasa ingin mengubahnya.”

7. Julia Gnuse (Tato Seluruh Tubuh)

FAKTA UNIK - 7 Wanita Paling Unik di Dunia

Cewek Tato Full Body Masuk Guinness Book, Julia Gnuse asal California, masuk Guinness Book of Records karna mentato 95% tubuhnya. Julia Gnuse awalnya mentato tubuhnya karna penyakit kulit yang dideritanya, Penyakit yang disebut Porfiria ini membuat kulitnya mudah rusak jika terkena sinar matahari, dan untuk menutupinya cewek ini mulai mentato tubuhnya. Sekarang tubuh Julia Gnuse 95% tertutup Tato, mulai dari Mickey Mouse,Kizz Band, The Beatles, dan beragam tato lainnya. Sekarang tubuhnya bagai canvas hidup Pop Art sehingga wanita ini dianugerahi penghargaan

150 ORANG TERKAYA DI INDONESIA

Majalah Globe Asia edisi Juni 2013 kembali merilis daftar 150 orang terkaya di Indonesia. Meski daftar tersebut sebagian besar masih ditempati muka-muka lama, namun ada beberapa pengusaha yang mampu mencuat dan masuk ke dalam jajaran konglomerat Indonesia. Wajah-wajah baru tersebut adalah : Lim Hariyanto Wijaya (urutan 42), K. Gowindasamy (84), Iwan Budi Brasali (87), Winarko Sulistyo (106), Johnny Widjaja (107), Elizabeth Sindoro (119), dan Tandean Rustandy (128). Dibandingkan dengan tahun 2012, terdapat beberapa konglomerat yang kekayaannya mengalami kenaikan cukup signifikan. Yang terbesar adalah Jusuf Kalla, dengan peningkatan mencapai 202%. Diurutan berikutnya berturut-turut ialah Karmaka Surjaudaja (129%), Benjamin Jiaravanon (102%), dan Benny Subianto (95%). Sedangkan para pengusaha yang mengalami penurunan kekayaan cukup besar adalah Samin Tan (45%), Low Tuck Kwong (43%), Boenjamin Setiawan (33%), Kiki Barki (31%), Martua Sitorus (12%), dan Agus Sudwikatmono (5%). Menariknya hampir sebagian besar dari mereka adalah para pengusaha tambang, yang saat ini sedang mengalami kejatuhan harga komoditi.
Pada tahun ini, posisi pertama kembali diduduki oleh keluarga pemilik Djarum, Robert dan Michael Hartono. Kenaikan kekayaan mereka terutama ditopang oleh melejitnya harga saham BCA di Bursa Efek Indonesia. Posisi berikutnya ditempati oleh sang pemuncak tahun lalu, Eka Tjipta Widjaja. Dua perusahaannya, Golden Agri Resources dan Asia Pulp and Paper, masih memberikan keuntungan yang signifikan. Yang menarik adalah Aburizal Bakrie, yang belakangan ini bertarung dengan keluarga Rothschild dalam memperebutkan kontrol Bumi Plc. Peringkatnya malah naik ke urutan 6. Bakrie naik tiga peringkat dibanding tahun lalu yang berada di posisi ke-9. Sedangkan Low Tuck Kwong yang juga menggeluti bisnis pertambangan, tahun ini harus keluar dari posisi 10 besar dan melorot ke urutan 15.
Daftar 150 orang terkaya Indonesia versi Globe Asia (2013) :
1. Robert Hartono & Michael Hartono, Djarum, USD 15,5 milyar
2. Eka Tjipta Widjaja, Sinar Mas, USD 13,1 milyar
3. Anthoni Salim, First Pacific, USD 10,1 milyar
4. Susilo Wonowidjojo, Gudang Garam, USD 6 milyar
5. Martua Sitorus, Wilmar International, USD 3,7 milyar
6. Aburizal Bakrie, Bakrie Group, USD 2,45 milyar
7. Putera Sampoerna, Sampoerna Strategic, USD 2,4 milyar
8. Peter Sondakh, Rajawali Group, USD 2,53 milyar
9. Mochtar Riady, Lippo Group, USD 2,15 milyar
10. Sukanto Tanoto, Royal Golden Eagle, USD 2,1 milyar
11. Sri Prakash Lohia, Indorama, USD 2,05 milyar
12. Chairul Tanjung, CT Corp, USD 2,05 milyar
13. T.P. Rachmat, Triputra & Adaro, USD 2 milyar
14. William Katuari, Wings Group, USD 1,8 milyar
15. Low Tuck Kwong, Bayan Resources, USD 1,7 milyar
16. Edwin Soeryadjaja, Saratoga, USD 1,7 milyar
17. Hary Tanoesoedibjo, MNC Group, USD 1,7 milyar
18. Tahir, Mayapada Group, USD 1,6 milyar
19. Sjamsul Nursalim, Gajah Tunggal Group, USD 1,6 milyar
20. Djoko Susanto, Sumber Alfaria Trijaya, USD 1,4 milyar
21. Suryadi Darmadi, Duta Palma Nusantara Group, USD 1,4 milyar
22. The Nin King, Manunggal Group, USD 1,38 milyar
23. Ciputra, Ciputra Group, USD 1,375 milyar
24. Kartini Muljadi & Handojo Slamet Muljadi, Tempo Group, USD 1,37 milyar
25. Trihatma K. Haliman, Agung Podomoro Group, USD 1,3 milyar
26. Jakob Oetama, Kompas-Gramedia Group, USD 1,3 milyar
27. Mu’min Ali Gunawan, Panin Group, USD 1,26 milyar
28. Boenjamin Setiawan, Kalbe Farma, USD 1,2 milyar
29. Teddy Thohir & Garibaldi Thohir, TNT Group, USD 1,2 milyar
30. Benjamin Jiaravanon, Charoen Pokphand Indonesia, USD 1,2 milyar
31. Hartadi & Husodo Angkosubroto, Gunung Sewu Group, USD 1,2 milyar
32. Prajogo Pangestu, Barito Pacific Group, USD 1,15 milyar
33. Kiki Barki, Harum Energy Group, USD 1,1 milyar
34. Murdaya Poo & Siti Hartati Murdaya, Central Cipta Murdaya, USD 1,1 milyar
35. Eddy Sariaatmadja & Fofo Sariaatmadja, SCTV, USD 1,1 milyar
36. Aksa Mahmud, Bosowa, USD 1,1 milyar
37. Hashim Djojohadikusumo, Arsari Group, USD 1,05 milyar
38. Martias & Tjiliandra Fangiano, First Resources, USD 1,05 milyar
39. Haryanto Adikoesoemo, AKR Corporindo, USD 1,05 milyar
40. A.H.K. Hamami, ABM Investment, USD 1 milyar
41. Benny Subianto, Persada Capital Group, USD 995 juta
42. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, Harita Group, USD 990 juta
43. Soetjipto Nagaria, Summarecon, USD 925 juta
44. Rusdi Kirana, Lion Air Group, USD 920 juta
45. Sandiaga Uno, Saratoga & Recapital, USD 900 juta
46. Husein Djojonegoro, ABC & Orang Tua Group, USD 880 juta
47. Sugianto Kusuma, Agung Sedayu & Bank Artha Graha, USD 860 juta
48. Tomy Winata, Artha Graha Group, USD 820 juta
49. Luntungan Honoris, Modern Group, USD 805 juta
50. Alexander Tedja, Pakuwon Group, USD 765 juta
51. Kuncoro Wibowo, Ace Hardware, USD 728 juta
52. H.M. Lukminto, Sritex Group, USD 720 juta
53. Samin Tan, Borneo Lumbung Energy and Metal, USD 710 juta
54. Gunawan Jusuf, Sugar Group Companies, USD 710 juta
55. Osbert Lyman, Lyman Group, USD 695 juta
56. Johan Lensa, J Resources, USD 670 juta
57. Agus Sudwikatmono, Indika Energy, USD 665 juta
58. Handojo Santoso, Japfa Comfeed, USD 665 juta
59. Tan Siong Kie, Rodamas Group, USD 650 juta
60. Purnomo Prawiro, Blue Bird Group, USD 650 juta
61. Jan Darmadi, Jan Darmadi Group, USD 642 juta
62. Wiwoho B. Tjokronegoro, Indika Energy, USD 635 juta
63. Eka Tjandranegara, Mulia Group, USD 635 juta
64. George Tahija & Sjakon Tahija, Austindo Nusantara Jaya, USD 585 juta
65. Paulus Tumewu, Ramayana Group, USD 575 juta
66. Bachtiar Karim, Musim Mas, USD 575 juta
67. Rudolph Merukh & Lucky Merukh, Merukh Enterprises, USD 565 juta
68. Hendro Gondokusumo, Intiland, USD 555 juta
69. Hutomo Mandala Putra, Humpuss, USD 550 juta
70. Jusuf Kalla, Kalla Group, USD 550 juta
71. Amirsjah Risjad, Risjadson Group, USD 520 juta
72. Harjo Sutanto, Wings Group, USD 515 juta
73. Surjadinata Sumantri, Renaissance Capital, USD 510 juta
74. Arifin Panigoro & Hilmi Panigoro, Medco International, USD 510 juta
75. John Chuang, Ceres Indonesia & Petra Food, USD 505 juta
76. Subianto Tjandra, Ateja Group, USD 500 juta
77. Adyansyah Masrin & Jimmy Masrin, Lautan Luas Group, USD 495 juta
78. Tan Kian, Dua Mutiara, USD 490 juta
79. Sudhamek, Garuda Food, USD 475 juta
80. Sofjan Wanandi, Gemala Santini, USD 470 juta
81. Ginawan Tjondro, CNI Group, USD 465 juta
82. Henry Pribadi, Napan Group, USD 445 juta
83. Soegiharto Sosrodjoyo, Sosro Group, USD 445 juta
84. K. Gowindasamy, Mitra Jaya Group, USD 440 juta
85. Alim Markus, Maspion Group, USD 438 juta
86. Sutanto Djuhar, First Pacific, USD 420 juta
87. Iwan Budi Brasali & Aldo Brasali, Brasali Group, USD 420 juta
88. Mohammad Reza, Global Energy Resources, USD 415 juta
89. Rosan Roeslani, Recapital, USD 400 juta
90. Yos Sutomo, Sumber Mas, USD 390 juta
91. Surya Dharma Paloh, Media Group, USD 387 juta
92. Hendro Setiawan, Pikko Group, USD 380 juta
93. Dahlan Iskan, Jawa Pos Group, USD 370 juta
94. Sukamdani Sahid & Gitosardjono, Sahid Group, USD 367 juta
95. Jahja Santoso, Sanbe Farma, USD 360 juta
96. Dick Galael, Fast Food Indonesia, USD 350 juta
97. Muljadi Budiman, Honda Prospect Motor, USD 345 juta
98. Djoenaedi Joesoef, Konimex, USD 340 juta
99. Rudy Suliawan, Karang Mas Sejahtera, USD 335 juta
100. Oesman Sapta Odang, OSO Group, USD 330 juta
101. Kris Taenar Wiluan, Citra Mas Group, USD 325 juta
102. Didi Dawis, Ling Brothers, USD 320 juta
103. Tatang Hermawan, Fuju Palapa Textiles, USD 315 juta
104. Boyke Gozali, Mitra Adi Perkasa, USD 315 juta
105. Sugiono W. Sugialam, Trikomsel, USD 300 juta
106. Winarko Sulistyo, Fajar Surya Wisesa, USD 290 juta
107. Johny Widjaja, Sintesa Group, USD 290 juta
108. Benny Suherman, Studio 21 Group, USD 285 juta
109. Henry Onggo, Ratu Sayang Group, USD 270 juta
110. Mardjoeki Atmadiredja, Surya Toto Indonesia, USD 270 juta
111. Chandra Lie, Sriwijaya Air, USD 265 juta
112. Kaharudin Ongko, Ongko Group, USD 260 juta
113. Anton Setiawan, Tunas Group,USD 257 juta
114. Siswono Yudohusodo, Bangun Cipta Sarana, USD 255 juta
115. Pontjo Sutowo, Nugra Sentana Group, USD 245 juta
116. Karmaka Surjaudaja, OCBC, USD 240 juta
117. Johanes B. Kotjo, Apac Group, USD 240 juta
118. Sendi Bingei, Sumatra Tobacco Trading, USD 235 juta
119. Elizabeth Sindoro, Paramount Group, USD 235 juta
120. Tan Tjai Kie, Gunung Garuda Steel, USD 230 juta
121. Sri Sultan Hamengkubuwono X, USD 225 juta
122. Ilham Habibie & Thareq Habibie, Ilthabi Rekatama, USD 225 juta
123. Bambang Trihatmodjo, Asriland, USD 220 juta
124. Rachmat Gobel, Gobel International, USD 208 juta
125. Stanley S. Atmadja, Asco Automotive, USD 205 juta
126. Widarto, Sungai Budi Group, USD 205 juta
127. G.S. Margono, Gapura Prima, USD 205 juta
128. Tandean Rustandy, Arwana Citramulia, USD 202 juta
129. G. Lukman Pudjiadi, Jayakarta Group, USD 200 juta
130. Budi Purnomo Hadisurjo, Optik Melawai, USD 185 juta
131. Iskandar Widyadi, Bank Jasa Jakarta, USD 185 juta
132. Anna B. Manthovani, Kirana Tanker, USD 170 juta
133. Honggo Wendratno, Arsari Pratama, USD 155 juta
134. A. Tong, Roda Vivatex, USD 150 juta
135. Siti Hardijanti Rukmana, Citra Lamtoro Gung Persada, USD 150 juta
136. Sugianto, Metro Garmin Group, USD 145 juta
137. Rudy Unjoto, Deliatex Kusuma, USD 130 juta
138. Batihalim Stefanus, Nojorono Tobacco, USD 125 juta
139. Mintarjo Halim, Sandratex, USD 120 juta
140. Soedjono, Wira Sakti Adimulya, USD 117 juta
141. Setiawan Djody, Setdco Group, USD 117 juta
142. Fajar Suhendra, Sumatra Growth Group, USD 115 juta
143. Bambang Setijo, Pan Brothers, USD 110 juta
144. Jacobus Busono, Pura Group, USD 105 juta
145. Raam Punjabi, Multivision Plus, USD 101 juta
146. A. Siang Rusli, Kurnia Tetap Mulia, USD 99 juta
147. Marimutu Maniwanen, Busana Apparel Group, USD 98 juta
148. Ishak Charlie, Kurnia Tetap Mulia, USD 97 juta
149. Boedi Mranata, Adipurna Mranata Jaya, USD 96 juta
150. Tjandra Mindarta Gozali, Gozco Group, USD 93 juta